Resiko Bayi yang Dilahirkan Melalui Proses Persalinan Operasi Caesar

Resiko Bayi yang Dilahirkan Melalui Proses Persalinan Operasi Caesar

Setiap ibu hamil pastinya ingin buah hati yang dikandungnya dapat lahir dengan sempurna, sehat dan juga ibu sehat pula tanpa adanya gangguan pada kehamilan hingga proses persalinan.

Nah, hal yang seperti ini bisa didapatkan jika ibu hamil pun dapat pandai-pandai menjaga kesehatan di masa kehamilannya.

Seperti makan makanan yang bergizi dengan mengimbanginya bersama minum susu khusus ibu hamil seperti Lactamil yang mengandung banyak zat gizi penting untuk ibu hamil dan janin.

Lalu senantiasa mengontrol stress, rutin berolahraga ringan ataupun kebiasaan sehat lainnya. Jika kebiasaan sehat tidak bisa diterapkan, maka kesehatan kehamilan pun bisa terganggu tak terkecuali juga janin yang ibu kandung.

Contohnya saja jika ibu minim olahraga, hal ini bisa beresiko bayi di kandungan ibu berada pada posisi sungsang sehingga memperbesar resiko ibu untuk melahirkan caesar.

Resiko Bayi yang Dilahirkan Melalui Proses Persalinan Operasi Caesar

Melahirkan melalui proses caesar memiliki resiko yang cukup besar untuk bayi sendiri maupun untuk ibu juga. Operasi caesar ditempuh apabila ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil tidak memungkinkan untuk menjalani proses persalinan normal.

Lalu, bagaimana proses induksi persalinan? Memang persalinan secara normal jauh lebih aman untuk dilakukan. Jika tidak terdapat indikasi medis yang mengharuskan ibu untuk melahirkan caesar, maka jauh lebih baik ibu memilih melahirkan normal saja.

Nah, mari mengenal apa saja resiko pada bayi yang dilahirkan melalui proses persalinan caesar. Simak ulasannya berikut ini :

Mengalami gangguan pernapasan. Hal ini terjadi bisa disebabkan karena cairan yang memenuhi paru-paru janin saat ia berada di dalam kandungan tidak terkompresi mengingat bayi yang lahir caesar bisa dikatakan tinggal terima jadi saja.

Berbeda dengan kelahiran normal melalui jalan lahir yang berkemungkinan besar cairan yang memenuhi paru-paru saat bayi di kandungan akan dipompa keluar hingga habis dan tidak menyebabkan gangguan pernapasan.

Rentan mengalami alergi. Resiko bayi mengalami alergi lebih tinggi baik dari keadaan kotor di jalan lahir yang tidak dilaluinya yang dilahirkan secara caesar, ataupun tertundanya memberikan ASI pada bayi.

Ditambah lagi juga antibiotik yang biasanya didapatkan oleh ibu yang melahirkan caesar bersama jug dengan bayinya sebagai pencegahan infeksi. Akan tetapi ini beresiko bayi mengalami alergi.

Beresiko emosinya cenderung rapuh. Keadaan psikologs bayi yang lahir secara caesar diduga dapat cenderung lebih rapuh ketimbang yang dilahirkan normal.

Leave a Reply

%d bloggers like this: